Kemenperin Dorong Pelaku Industri Kreatif Inovatif

Inovasi-inovasi di Indonesia sebenarnya banyak namun tak semua bisa dikomersialkan. Makanya Kementerian Perindustrian mendorong agar para pelaku industri kreatif untuk selalu inovatif. Selain itu inovasi yang dihasilkan memang yang dibutuhkan oleh industri sehingga bisa dikomersilkan.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar pada acara Peluncuran Program Innovating Jogja di Yogyakarta, Selasa (19/7), inovasi yang bernilai komersial merupakan kreasi pengembangan dan implementasi suatu produk atau layanan baru yang bisa meningkatkan efisiensi, efektivitas ataupun keunggulan bersaing. Kondisi Indonesia sendiri saat ini sangat heterogen dan kaya akan keragaman sosio kultural. Sehingga memberikan sumber inspirasi bagi masyarakat kita untuk kreatif dan berinovasi.

Melihat kondisi Indonesia yang seperti itu bisa dibilang Indonesia memiliki potensi. Potensi inilah yang besar dan perlu dijaga. Selain itu perlu dikembangkan untuk menumbuhkan industri yang berbasis inovasi misalnya sektor kerajinan, fashion, alas kaki, animasi dan lainnya.

Program Innovating Jogja, untuk Industri Kreatif

Program Innovating Jogja yang diselenggara diharapkan mampu mempercepat berkembangnya para inovator dan wirausaha baru pada industri kreatif di Yogyakarta. Untuk dapat mempercepat perkembangan maka seluruh stake holder harus bisa berkembang baik pemerintah, industri, pelaku industri maupun lembaga finansial.

Selain aspek finansial, aspek teknologi pun memberikan peranan penting dalam pengembangan produk. Saat ini di Balai di Yogyakarta yakni Balai Besar Kerajinan Batik dan Balai Besar Kulit, karet dan plastik yang selalu ada untuk melengkapi proses tumbuhnya wirausahawan baru. Hal ini dilakukan melalui pendampingan untuk pengembangan produk dan peningkatan kualitas produk.

Selain Kepala BPPI, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend menambahkan bahwa program Innovating Jogja dapat dijadikan percontohan bagi daerah lainnya dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui penumbuhan industri dan wirausaha baru.

Kompetisi ini juga bertujuan untuk memberi peluang bagi para inovator di Yogyakarta untuk merealisasikan idenya terutama untuk sektor industri yang berbasis kreativitas. Dengan harapan mereka dapat menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi serta menumbuhkan perekonomian daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Vincent pun mengatakan bahwa program Innovating Jogja yang diselenggarakan atas kerja sama Kemenperin bersama Trade Cooperation Facility (TCF) Uni Eropa serta pihak-pihak lainnya. Program ini akan mendorong berkembangnya inovasi bisnis yang potensial di daerah Yogyakarta dengan syarat tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal.

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”

LEAVE A REPLY