10 Cara Menjadi Pengusaha Milliarder di Era Millineal

Menjadi seorang pengusaha di era millineal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri. Dikutip dari medium.com sebuah riset dari USA Today menunjukkan hasil bahwa kaum mileneal mendapatkan gaji yang lebih kecil dari pada gaji orang tuanya ketika masih berumur sama.

Mengapa di era millineal ini butuh banyak kerja keras dibandingkangenerasi sebelumnya? Dikutip dari astralife.co.id, bahwa generasi Y atau generasi millennial  memiliki pola pikir serta tingkah laku yang sangat berbeda. Kaum kekinian ini lebih sudah untuk mengembangkan usaha sendiri dibandingkan bekerja dikantoran.

Baca JugaDaftar OrangTerkaya di Dunia Tahun 2017

Sama dengan contoh tersebut, dilansir dari koinworks.com, generasi millineal berpotensi untuk menjadi pengusaha terkaya di masa depan. Ini bisa kita lihat bahwa kebutuhan kita semakin lama semakin meningkat. Hal ini memicu kita untuk tidak hanya bekerja saja tetapi juga melakukan usaha sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan kita untuk masa depan.

Apakah Anda sudah menyiapkan target Anda sebagai pengusaha? Tenang saja, Anda sudah berada di awal jalan yang akan panjang tentunya. Beriktu beberapa cara menjadi pengusaha yang menghasilkan banyak profit di era milleneal ini.

Menentukan Target dan Cita-cita untuk Masa Depan

Siapa yang tidak ingin menggapai cita-cita? Pastinya semua orang ingin mewujudkan cita-citanya. Sayangnya, kebanyakan orang hanya sebatas berandai-andai saja. Ini dikarenakan mereka tidak menargetkan cita-cita mereka sesuai dengan waktu yang mereka punya.

Contohnya seseorang ingin sekali berkuliah di luar negeri. Ia sangat positif bisa keluar negeri dengan hanya bermodalkan nilai bagus saja. Padahal, untuk keluar negeri Anda pasti membutuhkan modal bahasa, membutuhkan budget untuk tinggal disana. Maka dari itu, Anda memasang target apa yang perlu dikerjakan untuk mengejar studinya tersebut. Masih ingin leha-leha dengan cita-cita Anda?

Memiliki Mentor yang Telah Sukses

Mengapa sangat dianjurkan sekali untuk memiliki mentor? Karena memiliki mentor sama dengan mempunyai panduan buku. Bukan berarti harus sama seperti mentor kita, yang pasti kita akan lebih terarah dan jika bisa lewati mentor kita. Pastikan Anda memilih mentor yang benar-benar Anda percaya dan yang telah terbukti kesuksesannya.

Berani Memulai Bisnis Sendiri

Banyak yang bilang bahwa membuat bisnis masih terdengar sulit dan kebanyakan masih memilih kerja sebagai sumber pencaharian utama. Mengapa demikian? Karena seperti yang dikatakan Gary Vaynerchuk, CEO dari Vayner Media di New York, AS, mengatakan bahwa sebuah ide tanpa eksekusi tidak akan terjadi. Anda membutuhkan bukti nyata untuk menghidupkan ide Anda tersebut.

Anda belum punya ide? Jangan khawatir, Anda bisa saja meminjam ide bisnis orang lain conth dengan mengikuti reseller atau distributor dari usaha orang lain. Nikmati prosesnya dan belajar dari setiap lika likunya.

Berteman Baik dengan Kompetitor

Kata siapa kompetitor itu musuh? Kata kompetitor sendiri sebenarnya sudah memiliki makna negatif dimana kita melihat orang lain yang sama itu sebagai seorang yang harus dilewati. Padahal bukan itu maknanya.

Dikutip dari nasihat dari Jack Ma seorang Milliarder pemilik Alibaba Group mengatakan “Seorang pebisnis atau entrepreneur sejati tidak mempunyai lawan. Ketika ia sudah mengetahui ini, langit adalah batasannya” Dalam nasihat tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pesaing kita bukanlah seorang lawan, tetapi seorang teman dimana kita bisa mengajaknya untuk bekerja sama menjadi pengusaha yang lebih baik lagi.

Mengembangkan Produk Usaha Anda

Sudah mempunyai produk tetapi belum mengerti cara mengembangkannya? Semua pengusaha pasti telah melewati tahap ini. Maka dari itu, Anda perlu merencanakan strategi khusus untuk mengembangkan produk usaha Anda.

Contohnya seperti memperbaiki desain produk. Apakah desain sangat berpengaruh terhadap penjualan Anda? Tentunya benar, karena setiap orang menyukai produk yang memiliki desain unik apalagi era millennial ini.

Mengikuti Teknologi Terbaru dalam Bidang Usaha

Jeff Bezos seorang CEO dari Amazon kini tengah mengembangkan teknologi supermarket tanpa kasir. Teknologi ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam bertransaksi tanpa harus antri lewat kasir supermarket. Dengan teknologi ini, saham Amazon kini tengah menanjak hingga 2,5 persen. Apakah Anda siap untuk menghadapi teknologi baru ini?

Jangan berkecil hati. Justru inilah sebuah terobosan baru yang mungkin nantinya bisa Anda kembangkan untuk usaha Anda. Pastikan Anda selalu update dengan teknologi terbaru supaya bisa diterapkan pada usaha Anda.

Selalu Menyisakan Uang untuk Menabung

Menabung masih menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan uang. Sayangnya, generasi millineal termasuk generasi yang boros karena banyak sekali mementingkan kebutuhan yang sesaat dibandingkan untuk selanjutnya.

Oleh karena itu, sangat penting sekali untuk kita mulai menyisihkan tabungan kita untuk menabung sebagai tabungan masa depan. Tidak hanya untuk masa depan, kita pun tidak tahu jika tiba-tiba besok ada keperluan mendadak yang memakan banyak dana. Pastikan Anda selalu bersiap seperti pepatah yang mengatakan sediakanlah payung sebelum hujan.

Selalu Menghemat dalam Urusan Keuangan

Dengan banyaknya media sosial dan teman-temannya, kini kebanyakan generasi millennial sangat peduli dengan kebutuhan sehari-hari untuk tampil lebih eksis. Setiap makanan harus yang standar berkualitas tinggi, baju harus bermerek, dan lain sebagainya. Tapi, jika dipikirkan lagi, apakah itu menjadi tujuan hidup kita?

Oleh karena itu, kita sudah seharusnya memulai perhitungan setiap segala urusan keuangan kita. Dikutip dari bisnis.liputan6.com, Kyle Taylor seoarn CEO dari Penny Hoarder telah membagikan cara pembagian uang dengan teori 50-30-20 persen yang berarti 50 persen untuk menabung, 30 persen untuk kebutuhan sehari-hari, dan 20 persen untuk kebutuhan bersenang-senang. Cukup mudah bukan?

Investasi Saham dengan Perusahaan Besar dan Terpercaya

Saham kini menjadi tempat favorit untuk menabung akhir-akhir tahun ini. Mengapa demikian? Karena memiliki saham sama saja menabung di bank tetapi memiliki keuntungan tambahan sesuai dengan laju usaha perusahaan tersebut. Hal ini bisa menjadi peluang usaha yang bagus karena menabung di bank sendiri hanya bertujuan untuk mengumpulkan uang saja.

Baca Juga: Pengusaha Muda Indonesia Ini Berhasil Bangun Bisnis Kreatifnya dari Nol Hingga Dikenal Dunia

Belajar Bertanggung Jawab dengan Memiliki Asuransi

Terakhir adalah memiliki asuransi. Memilik asuransi hampir sama dengan menabung tetapi memiliki sasaran yang sesuai dengan tujuan asuransi Anda. Misalnya asuransi kesehatan yang ditujukan untuk biaya pengobatan Anda jika Anda sakit atau tertimpa musibah. Hal ini membuat Anda untuk belajar bertanggung jawab kepada diri sendiri.

Apakah Anda siap menjadi pengusaha milliarder di era millennial ini? Jangan sampai tertinggal karena waktu akan terus berjalan tanpa mengetahui Anda berhenti. Menjadi seorang pengusaha bukan berarti karena diri kita sendiri yang ingin mencari uang tetapi menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, itulah kriteria seorang pebisnis sejati.

SHARE

LEAVE A REPLY