Reza Nurhilman, Jika Bisa Sukses Di Usia Muda, Kenapa Harus Menunggu Tua?

Kebanyakan orang berpikir bersenang-senanglah mumpung masih muda dan inginnya sukses ketika sudah tua. Padahal jika sukses di usia muda kenapa harus menunggu tua? Itulah yang dikatakan oleh pengusaha muda, Reza Nurhilman.

Sepertinya pemuda berusia 29 tahun ini bisa menjadi inspirasi bagi para pebisnis pemula yang ingin sukses di waktu muda. Ketika teman-temannya seusianya saat lulus SMA melanjutkan ke perguruan tinggi, Reza Nurhilman tak bisa melakukan itu. Ia harus mencari uang, karena saat itu dia sudah kehilangan tulang punggung keluarga. Ayahnya telah tiada dan dia harus tinggal bersama orang tua angkatnya.

Reza Nurhilman pun berjualan berbagai macam produk seperti alat elektronik hingga pupuk. Namun sejak dia bertemu dengan seorang nenek penjual keripik yang diberi bumbu lada. Reza berpindah haluan, dia pun memutuskan untuk berbisnis jual beli keripik. Namun sayang nenek pembuat keripik justru tak membuatnya secara kontinue, dia hanya membuatnya ketika ada moment-moment tertentu.

Reza Nurhilman juragam keripik Maicih

Namun Reza tak kehabisan akal, dia meminta resep keripik pedas pada sang nenek dan meminta izin untuk mengkomersilkannya. Nenek tersebut pun tak merasa keberatan resepnya dikembangkan.

Pemuda asal Cimahi itupun langsung tanggap, dia segera membuatnya dan menjualnya dari rumah ke rumah Keripik yang diberi merk Maicih itu. Dia pun mulai memproduksinya 50 bungkus per hari. Agar pembeli tak bosan maka Reza melakukan inovasi dengan membuat level yang berbeda pada keripik, dari level satu hingga level lima. Semakin tinggi level semakin pedas rasa keripiknya.

Usaha keripik Reza Nurhilman ternyata semakin hari semakin banyak peminatnya, akhirnya Reza menambah level kepedasan hingga level 10 dan produksinya menjadi 2000 bungkus per harinya. Pemasaran yang tadinya hanya lingkungan terdekat kini sudah ke luar daerah meliputi beberapa wilayah oleh  beberapa jenderal sebutan bagi reseller Maicih. Sehingga meraih omset yang dia raih mencapai Rp900 juta per bulan dengan perkiraan pendapaatan sehari  sekitar Rp30 juta.

Selain mengembangkan Keripik Maicih, pemuda kelahiran tahun 1987 ini juga menjadi motivator para pebisnis pemula. Ia ingin menebarkan ilmu bahwa menjadi pebisnis sukses tak mesti menunggu tua, jika saat muda bisa.

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”

LEAVE A REPLY