Cara Menghitung Persen Sederhana untuk menghitung Keuntungan, Kerugian, Komisi dan Diskon dari Usaha Anda

cara menghitung persentase
Seringkali kita bingung bagaimana cara menghitung persen Keuntungan, Kerugian, Komisi dan Diskon dari Usaha Anda. Dalam mengembangkan sebuah usaha tentunya ada untung ruginya. Namun terkadang karena lupa atau tidak tahu cara menghitung persen, komisi serta diskon dari usaha Anda. sehingga banyak orang tak mengetahui berapa nilai keuntungan dan kerugian yang diperoleh.
Yang dimaksud persentase adalah suatu cara untuk mengubah sebuah angka menjadi bagian dari keseluruhan. Istilah persen sebenarnya sama dengan perfect dalam bahasa Inggris. Namun istilah persen berasal dari bahasa Italia yakni “per cento” atau bahasa Perancis “pour cent” yang artinya setiap seratus.
Cara menghitung persen bemacam-macam hingga diperoleh hasil dari keseluruhan perhitungan adalah 100%. Namun tak banyak orang mengetahui bagaimana acara menghitung persen. Padahal cara menghitung persen  tidaklah sulit. Cukup menggunakan perhitungan yang sederhana. Anda pasti bisa melakukannya
Misalnya kita memiliki 10 pulpen (100%)  kemudian hilang tiga pulpen (30%) maka sisa pulpen adalah 70%. Atau Anda mengalami kerugian karena kehilangan pulpen sebanyak 30%. Mudah bukan cara menghitung persen?

Cara Mencari besaran Persen(%)

Nely mempunyai 200 Pulpen. Suci mengambilnya 23 pulpen.
Question: 23 pulpen Itu berapa persen (%) dari total 200 pulpen Nely 
Jawabannya: 23 butir : 200 x 100 = 11,5 %

Jadi, cara menghitung persen dari nilai yang sudah diketahui adalah dengan cara membagi nilai tersebut dengan nilai totalnya lalu dikali seratus karena seratus tersebut adalah nilai dari persentasenya.

Rumus mencari jumlah nilai dari persen yang ada

Nely mempunyai Rp. 1.500.000 Suci meminjam 30%  untuk keperluannya. 70% masih dipegang Nely.

Question: berapa nilai uang 30% dari total Rp. 1.500.000?

Answer: total dari 100% adalah Rp. 1.500.000. Rumusnya Nilai Uang 1.500.000 dibagi 100, kali 30. Lebih jelasnya:

1.500.000 : 100×30=Rp. 450.000 (30%)

Mudah, kan?

Untuk mari kita terapkan mengetahui apakah sebuah usaha mengalami kerugian atau keuntungan tentunya bukan hanya perhitungan mengenai kerugian saja yang harus dipelajari. Namun juga kita harus mempelajari cara menghitung persen keuntungan, komisi hingga diskon suatu penjualan. Dari sana kita bisa menilai kemajuan dari sebuah usaha.

Sebelum anda menghitung sebuah persentase. Tentunya Anda  membutuhkan unsur-unsur pokok seperti
  • Pendapatan yakni pertambahan nilai dari suatu proses jual beli sehingga membuat modal menjadi bertambah. Pendapatan sendiri memiliki dua jenis yakni pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. Biasanya pendapatan usaha diperoleh sebuah perusahaan dari kegiatan utamanya yaitu penjualan. Baik itu produk maupun jasa. Sedangkan pendapatan di luar usaha diperoleh sebuah perusahaan dari kegiatan di luar usaha tersebut msialnya sewa atau bunga.
  • Beban, adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh sebugh perusahaan untuk mendapatkan hasil yang ekonomi. Akibat adanya biaya yang dikeluarkan maka modal menjadi berkurang. Beban sendiri terdiri dari dua macam yakni beban usaha dan beban di luar usaha.
Beban usaha yakni beban yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuayai seluruh kegiatan utama perusahaan. Misalnya beban listrik, beban telepon, beban gaji, beban administrasi dan beban transportasi. Sementara beban di luar usaha adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai kegiatan-kegiatan di luar kegiatan utama misalnya beban bunga.
Sebelum mengetahui cara menghitung persen laba dan rugi, komisi dan diskon ada baiknya Anda melakukan tahap-tahapan berikut ini

Mengidentifikasi setiap item dari biaya produksi

Pada tahapan ini Anda harus bisa mengetahui apa saja biaya produksi yang diperlukan dalam usaha Anda dengan rinci dan menghitung catatan biaya dari tiap alur selama proses produksi. Biaya produksi tersebut adalah biaya tetap (fixed cost) dan biaya variable (variable cost).
Biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tetap tapi tidak tergantung dari besar kecilnya kapasitas produksi. Misalnya biaya gaji karyawan, biaya sewa gedung dan biaya penyusutan. Sementara biaya variable yaitu biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan aktivitas bisnisnya.

Menyusun Laporan Laba dan Rugi

Untuk menyusun laba rugi maka harus menyajikan sumber pendapatan dan beban dari suatu perusahaan selama periode akutansi. Secara sederhana cara untuk menghitung laba dan rugi. Laba Bersih=Laba–laba beban usaha.
Menghitung Semua Biaya Pembentukan biata pembentukan harga pokok
Sebagai penjual tentunya kita harun menghitung semua biaya pembentukan sehingga mengtahui harga pokok selain biaya harga  pengeluaran.

Berikut cara menghitung persentase secara keseluruhan

Menentukan nilai secara keseluruhan, misalnya kita memiliki sebuah 15 pulpen biru dan 21 pulpen merah maka total kelerengnya menjadi 36 pulpen. Sehingga 36 pulpen tersebut jumlah keseluruhannya setara dengan 100%.
Kemudian temukan nilai yang kamu ubah menjadi bentuk persen misalnya ingin mengetahui persentasi dari  pulpen biru maka rumusnya 15/36 =0,04167 Jika ingin mengetahui persentasi dari pulpen merah maka 21/36 =0,5833.
Karena hasilnya masih dalam bentuk desimal belum menunjukkan persen maka masing-masing dikalikan dengan 100% maka yang didapat adalah persentasi untuk pulpen bitu adalah 41,67% dan pulpen merah adalah 58,33%.

Lalu Bagaimana Cara Megubah Persen Ke Desimal ? Misalnya ada 5%, Bagaimana caranya ?

Anda harus mengetahui nilai awalnya, misalnya 5% maka kalikan persen dengan 0,01 atau dengan memindahkan desimal ke kiri dua tempat ini. Sehingga 5% menjadi 0,05. Mudah bukan ?

Jika Ingin Menghitung Harga yang Telah di Diskon ?

Jika kalian berbelanja tentunya sering melihat beberapa barang yang didiskon bukan? Diskon merupakan potongan harga yang diberikan kepada pelanggan. Dengan diskon tentunya Anda akan mendapat potongan harga dari suatu produk yang dijual. Dengan adanya diskon tentunya harga yang harus Anda bayar akan lebih murah.
Misalnya ada sebuah baju di toko  seharga Rp300.000 dan mendapatkan potongan harga 15% maka berapa yang harganya ?
Harga diskon = Harga awal x persentase diskon
Harga diskon = Rp300.000×15%
Harga diskon =Rp300.000×15/100=Rp 45.000
Harga yang harus dibayar =Harga awal-Harga diskon
Rp300.000-Rp45.000 =Rp255.000
Contoh Soal
Ibu Dara ingin membeli sebuah mesin cuci, setelah menemukan mesin cuci yang dan mendapatkan potongan harga 30%, sehingga dirinya hanya membayar Rp1.500.000 maka berapa persen ibu Dara mendapatkan potongan harga?
Gunakan Logika Perbandingan
A%+B% = 100%
30%+Y% =100%
B%=100%-30% = 70%RpX Rp1.500.000 =Rp Z
RpAxRp1.500.000 =RP Z
Rp30%xRp1.500.000 = Rp642.857
Rp 70%

Cara Menghitung Persentase Laba dan Rugi

Laba diperoleh jika harga penjualan lebih dari harga atau biaya pembelian dan dirumuskan
Laba =Penjualan–pembeliaan. Sementara Rugi diderita bila harga penjualan dari harga atau biaya pembelian. Rumus dari laba = pembelian-penjualan
· Misalnya terdapat sebuah barang yang dibeli dengan harga Rp 1.000.000 dan dijual dengan harga Rp750.000  maka persen kerugian ?
Rugi= Penjualan-Pembelian
Rugi = Rp750.000- Rp1.000.000= (-)Rp 250.000
Maka persentasinya adalah
P% = Rp 250.000 x 100% = maka kerugian yang dialami adalah 25% dari harga beli
Rp 1.000.000
P% = Rp250.000×100% = maka kerugian 33,3% dari harga jual
Rp750.000
· Misalnya terdapat sebuah sepatu seharga Rp 200.000 kemudian dijual dengan harga Rp240.000 maka berapa persen keuntungan ?
Keuntungan = Penjualan-Pembelian
Keuntungan = Rp240.000- Rp 200.000
Keuntungan = Rp40.000
Maka Persentasenya
P% = Rp40.000 x 100% = Maka Keuntungan yang dialami adalah 16,67% dari harga jual  Rp240.000
P% = Rp40.000 x100% = Maka Keuntungan yang dialami adalah 20% dari harga beli
Rp200.000

Cara Menghitung Persentase Komisi

Komisi adalah pendapatan yang besarnya tergantung dari tingkat penjualan yang dilakukan. Komisi bisa juga dikatakan sebagai imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja berupa persentase keuntungan dari jasa atau produk yang terjual, sebagai hasil dari penjualan. Sesorang juga bisa menerima komisi sebagai imbalan selain dari gaji atau juga jika dirinya berhasil menjual sesuatu tanpa menerima gaji. Selain itu komisi hanya dibayar jika ada barang yang terjual berbeda dengan gaji yang akan akan dibayar berdasarkan jam kerja atau gaji bulanan.
Cara menghitung komisi itu berbeda-beda, karena setiap perusahaan biasanya memiliki kebijakan tertentu yang bisa mendasari komisi. Bisa berdasarkan jumlah penjualan, jenis produk yang terjual atau berdasarkan harga beli barang dan jasa.
Jika persentase komisi Anda ditentukan oleh persentase komisi dengan total penjualan sesuai dengan jenis produk, lalu jumlahkan angkanya.
Sebagai contoh jika Anda menjual produk A Rp 10.000.000 maka Anda akan mendapat komisi 5%. Sementara jika Anda menjual produk B dengan harga Rp10.000.000 maka Anda juga akan mendapatkan komisi 10%. Maka total komisi yang Anda dapatkan adalah
Komisi dari Produk A  = 5% x Rp10.000.000 = Rp500.000
Komisi dari Produk B  = 10% x Rp10.000.000 = Rp 1.000.000
Maka Total Komisi = Komisi A ditambah dengan komisi B
= Rp500.000+ Rp 1.000.000
= Rp1.500.000
Misalnya seorang broker sebuah perumahaan mendapatkan komisi karena berhasil mendapatkan pembeli rumah. Maka cara perhitungannya
Komisi 15% dikalikan dengan pendapat yang dihasilkan.
Maka   15  x Rp30.000.000= Rp 4.500.000
100
Jadi besaran komisi yang didapat dari usaha ini adalah Rp 4.500.000

LEAVE A REPLY