Manajemen Keuangan ala Warren Buffett, Agar Kaya dan Sukses Secara Finansial

Jika Anda ingin menerapkan manajemen keuangan yang benar, Warren Buffett adalah orang yang tepat untuk dijadikan role model. Pengusaha terkaya didunia nomor dua dengan total harta sebanyak $75.6 miliar dilabeli sebagai investor dengan kemampuan manajemen keuangan yang handal. Untuk itu, tidak mengherankan kalau segala ilmunya tentang dunia financial banyak dicari orang termasuk para pengusaha untuk diterapkan dalam keuangan bisnis yang mereka jalankan.

Nah, tanpa perlu panjang lebar, inilah 5 jurus finansial dari Warren Buffett yang bisa Anda pelajari dan untuk selanjutnya diaplikasikan ke dalam teknik perencanaan keuangan bisnis Anda.

Apa yang ada tanam sekarang nantinya membuahkan hasil untuk masa depan

“Someone is sitting in the shade today because someone planted a tree along time ago”

“Sekarang sesorang bisa nyaman duduk dibawah pohon yang rindang dan sejuk, karena seseorang sebelumnya menanam dan merawat pohon tersebut.”

Kalau hari ini Anda menanam jeruk, 1 bulan atau 3 bulan pastinya Anda akan memanen buah jeruk. Sama halnya dalam dunia keuangan, kalau Anda berinvestasi atau menabung, maka kedepan akan ada hasil yang bisa Anda petik, yaitu keuntungan. Sebaliknya jika dari awal Anda sudah menanam hutang, keuntungan sudah pasti akan sulit didapatkan.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi pastikan Anda sudah memikirkan jangka investasi yang Anda pilih dengan kebutuhan finansial Anda. Misalnya investasi untuk pendidikan anak, sebaiknya pilih yang jangka investasi yang cukup lama, seperti investasi emas atau investasi properti. Seperti yang kita tahu kedua investasi tersebut sifatnya long term dan bisa dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan Anda. Sedangkan kalau Anda ingin memilih investasi seperti saham, tentukanlah perusahaan yang jelas memberikan profit besar.

Dalam bisnis investasi pun sangat diperlukan. Bahkan bisa dibilang investasi adalah jalan untuk mengantar bisnis Anda ke gerbang kesuksesan. Investasi ini bukan hanya sekedar modal, tapi juga waktu, tenaga, dan kebutuhan yang bisa melancarkan jalannya bisnis seperti SDM, Kantor, Peralatan Kerja, Mesin dan lain sebagainya. Agar memperoleh hasil dikemudian hari, pastikan Anda menyalurkan modal atau investasi Anda secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Alokasikan uang Anda ke sesuatu yang bisa dipertahankan hingga 10 tahun ke depan

“Only buy something that you’d be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years”

“Beli lah sesuatu yang bisa Anda pertahankan jika suatu saat market (pasar saham) tiba-tiba tutup untuk 10 tahun.”

Seorang investor yang bisanya tidak hanya melihat dari besarnya profit yang bisa dihasilakan dari perusahaan tersebut namun juga mengetahui prospek jangka panjangnya. Begitu juga dengan pebisnis, Anda tidak bisa sembarang menginvestasikan penghasilan. Ada baiknya keuntungan yang Anda dapatkan diinvestasikan kembali ke bisnis lainnya atau untuk meningkatkan kualitas bisnis Anda sehingga dari investasi tersebut keuntungan Anda bisa bertambah. Inilah yang dilakukan oleh Warren Buffett saat pertama kali ia mengenal dunia bisnis.

Pada Saat itu Warren dan temannya membeli mesin pinball dan dimasukan dalam sebuah salon. Dengan uang yang didapat, mereka kembali membeli mesin lebih banyak hingga memiliki delapan mesin di toko berbeda. Selajutnya ketika dia dan teman-temannya menjual mesin-mesin tersebut, Warren Buffett menggunakan uang itu untuk membeli saham dan memulai usaha kecil-kecilan. Sehingga pada usia 26 tahun dirinya sudah mengumpulkan uang US$ 174.000.

Kalau ingin kaya, sebisa mungkin hindari hutang

“I’ve seen more people fail because of liquor and leverage — leverage being borrowed money. You really don’t need leverage in this world much. If you’re smart, you’re going to make a lot of money without borrowing.”

“Saya sering melihat banyak orang gagal karena minuman keras dan leverage– memanfaatkan yang meminjam uang. Anda benar-benar tidak perlu leverage yang banyak. Jika Anda cerdas, Anda akan membuat banyak uang tanpa pinjaman.”

Cara untuk sukses finansial bukan dengan pinjam uang baik melalui kredit atau pinjaman uang di badan usaha pinajaman/orang pribadi. Tapi bukannya kalau pinjaman itu bisa kita kelola juga bisa menghasilkan? Memang bener, untuk itu sebelum melakukannya buatlah perencanaan yang jelas ndan terperinci, misalnya berapa jumlah uang yang ingin Anda pinjam, ketahui cicilan dan bunga perbulannya,berapa lama tenor cicilan yang diberikan, dan yang terpenting sesuaikan dengan penghasilan yang akan dapatkan.

Hal ini harus dipikirkan secara baik-baik dan memerlukan perencanaan yang solid. Jangan sampai nantinya Anda malah terikat dengan cicilan hutang yang tak kunjung selesai. jika kondisi Anda benar-benar mendesak dan harus melakukan pinjaman berikut cara berhutang yang terencana. Pertama tentukan lembaga pinjam modal yang berkredibel dan berlegitimasi. Selanjutnya pahami program pinjaman yang ditawarkan. Bila ada program yang sesuai dengan keinginan Anda, negosiasikan suku bunga dengan bank dan re-finance (fase awal) jika memungkinkan. Obyektif menilai tingkat inflasi, pertumbuhan pendapatan, sumber pendapatan, aset untuk menjaminkan, dan lain sebagainya.

Dahulukan menabung baru untuk keperluan lain

“Don’t Save what is left after spending, but spend what is left after saving”

“Jangan menyimpan sisa uang setelah mengehabiskannya, tapi habiskan uang yang tersisa setelah menabung”

Tabungan adalah rencana untuk masa depan yang harus Anda miliki. Kedepannya Anda tidak akan tahu bukan bagaimana kondisi bisnis bukan? Oleh karena itulah, tabungan dibutuhkan untuk berjaga-jaga saat hal yang tidak kita inginkan terjadi. Tapi sayangnya, di antara kita masih sulit untuk memisahkan uang tabungan masa depan dengan pengeluaran. Hal ini salah satunya dikarenakan meningkatnya kebutuhan primer, seperti gadget, fashion, kendaraan dan lain sebagainya. Kepusan sesaat ini akhirnya membuat kita lupa untuk menyisihkan penghasilan.

Nah, kalau Anda juga merasa kesulitan untuk menabung, mulai saat ini dahulukan apa yang sangat Anda perlukan, seperti kebutuhan sehari-hari, pendidikan dan tabungan. Selanjutnya, porsikan sesuai dengan apa yang diperlukan, misalnya kebutuhan sehari-hari 40%, tabungan 40% dan pendidikan 20%. Atau Anda juga bisa konsultasikan pada orang yang sudah professional untuk mengetahui berapa yang perlu Anda tabung atau investasikan.

Jangan lupa untuk selalu memberi

“If you’re in the luckiest one percent of humanity, you owe it to the rest of humanity to think about the other 99 percent.”

“Jika Anda ada di antara 1% orang yang beruntung, maka Anda berhutang ke pada  99% orang-orang lainnya yang nasipnya kurang beruntung.”

Warren Buffett terkenal sebagai pengusaha dan juga investor yang sangat dermawan. Terbukti dengan keterlibatannya di banyak kegiatan amal. Bahkan dirinya sendiri dari sahamnya di Berkshire Hathaway ia menyumbangkan sebanyak US$2.8 miliar untuk 5 badan amal yang ada diseluruh dunia. Selain itu, ia juga mendirikan yayasan amal bernama The Giving Pledge bersama milioner asal US lainnya Bill Gates. Melalui yayasan amal ini kurang lebih ada 130 miliarder yang ikut menyumbangkan dana kepada yang membutuhkan.

Dari sini Warren Buffettt mengajarkan kita bahwa berbagi ke sesama adalah hal perlu dilakukan bila kita memiliki kekayaan yang berlebih. Karena dengan berbagi tidak hanya bisa mengubah hidup orang lain, tapi juga seluruh dunia. Tanpa berbagi mungkin kita tidak akan memiliki fasilitas yang sekarang ini kita dapatkan. Karena mereka yang memiliki ide-ide tersebut harus terhalang oleh biaya yang besar untuk menciptakannya.

Menyediakan uang kas

Kunci sukses finansial lainnya adalah dengan menjaga persedian uang kas. Penyedian uang kas harus selalu dipetahankan di batas tertentu. Warren sendiri selalu mempertahankan uang kas yang dimiliki oleh perusahaannya sebanyak US$20 miliyar. Cadangan uang kas inilah yang bisa mempertahankan bisnis di tengah tempaan krisis yang semakin lama mengikis penghasilan perusahaan. Tidak hanya dalam bisnis, ini juga berlaku untuk pengaturan uang pribadi, uang kas juga harus mulai Anda persiapkan dari jauh-jauh hari agar suatu saat bisa digunakan untuk keperluan penting yang mendadak.

Jangan bergantung dengan satu penghasilan

Cara lain untuk jadi kaya adalah orang yang tidak bergantung pada satu penghasilan. Seorang yang optimis ingin sukses selalu melihat potensi dan peluang yang terbuka di depan mata. Warenn Buffett selalu tahu bagaimana ia melakukan diversifikasi portofolio investasi demi meningkatkan peluangnya untuk menang.

LEAVE A REPLY