Boneka Lumut Antarkan Faldi Adisajana Jadi Juara dan Pengusaha

boneka lumut

Jika sebagian orang menganggap lumut itu menjijikan namun tidak bagi Faldi Adisajana. Mahasiswa Universitas Padjajaran ini justru menjadikan lumut sebagai sumber mata pencahariannya. Dengan tumbuhan tingkat rendah itu dia berhasil membuat Usaha boneka lumut. Hal inilah yang berhasil mengantarkannya sebagai pengusaha.

Pemuda berusia 22 tahun ini membuat boneka lumut yang bernama Planter Craft. Inspirasinya datang ketika ia menonton Youtube. video tentang teknik menanam tradisional Jepang menggunakan media tanam lumut (kokedama).  Selain itu dia pun belajar dari petani-petani yang berpengalaman. Lumut-lumut tersebut diubahnya menjadi kerajinan tanam yang lucu.

Sukses Usaha Boneka Lumut

Bahannya yang digunakan tentunya bukan lumut saja namun menggunakan juga campuran tanah, serabut kelapa (kokopeat), kerikit yang keman dicampur jadi satu membentuk bulatan. Setelah itu ditanam tanaman hias, namun tak semua tanaman hias mampu dibuat boneka lumut. Hanya tanaman tertentu seperti tanaman salju, kastuba, anggrek, kaktus, dan begonia.  Kemudian dia tambahkan aksesoris untuk membentuk kaki dan tangan.

Untuk lumut sendiri, Faldi mendapatkannya dari petani lumut di Lembang sedangkan aksesoris tambahan dia beli saat dirinya ke Nusa Tenggara Timur. Menurut Faldi hasil dari pembuatan boneka lumut lumayan besar, untuk satu kerajinan boneka dia bisa menjualnya dengan harga  Rp 50 -75 ribu.

Perbedaan harga tersebut tergantung ukuran dan bentuknya. Dalam sebulan kini Faldi bisa meraup omzet Rp 20 – 30 juta per bulan. Biasanya mendapatkan untuk sovenir acara pernikahan atau ulang tahun, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, , Medan, Pelembang, Makassar hingga ke Nusa Tenggara Timur.

Selain mengantarkannya menjadi pengusaha, karena boneka lumut Faldi pun sukses di beberapa perlombaan kewirausahaan. Salah satunya ketika mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016, dia menyabet juara kedua dalam kompetisi yang dilaksanakan setiap tahun tersebut, Juara III Piala Kementerian Koperasi dan Usaha Menengah RI, Juara II Business Development Plan Competition Klinik Pembiayaan Usaha Unpad, dan Juara II Business Model Competition Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad.

LEAVE A REPLY