Bisnis Sayuran Organik, Cara Sehat Dapatkan Uang

bisnis sayuran organik

Menjadi vegetarian tentu sehat bukan? Namun jika ternyata sayuran yang kita makan justru banyak pestisida, insteksida hingga pupuk kimia, bagaimana bisa dikatakan sehat. Justru penyakit kanker akan mendekati kita. Itulah pentingnya bisnis sayuran organik.

Lalu bagaimana cara mendapatkan sayuran yang terbebas dari bahan kimia. Untuk saat ini agak sulit, jika adapun harga yang dijual itu terbilang mahal karena langka penjual. Kita pun agak sulit membedakan antara sayuran yang organik atau sayuran yang mengandung bahan kimia. Melihat permasalahan tersebut mengapa tidak kita saja yang bercocok tanam. Hasilnya bisa kita konsumsi sendiri dan bisa juga kita jual.

Bagaimana? Jika Anda tertarik berikut keunggulan bisnis sayuran organik.

  1. Tak perlu lahan yang luas bisa menggunakan lahan pekarangan. Jika Anda tak memiliki pekarangan Anda bisa menggunakan pot gantung atau pipa-pipa yang bisa anda letakan di gantungkan depan rumah.
  2. Tak perlu menggunakan pupuk kimia yang mahal. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk kompos yang berasal dari daun-daunan yang membusuk. Bisa menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan seperti kambing, kerbau atau sapi. Atau mol. Pupuk cair yang berasal dari buah-buahan atau sayur-sayuran yang membusuk.
  3. Bisnis sayuran organik justru pemasaran bukan di pasar tradisional tetapi supermarket, restauran Korea dan Jepang yang biasa menggunakan sayuran mentah. Selain sasarannya perumahan karena peminatnya justru kalangan menengah atas. Karena mereka yang sudah mengerti tentang bahayan bahan kimia yang tergantung pada sayur-sayuran dan mau membayarnya dalam harga yang mahal.
  4. Harga sayuran organik biasanya lebih mahal dibandingkan dengan sayuran yang mengandung bahan kimia. Karena perawatannya yang lebih sulit anpa pestisida, insteksida dan fungsida. Sehingga hama penyakit tanaman hingga gulma lebih mudah menyerang. Misalnya bayem hijau yang biasanya dijual di pasar Rp 3.000 per ikat namun sayuran organik bisa mencapai Rp 5.200 per ikat. Jagung manis yang biasa dijual Rp 5.000 per bonggol namun yang organik bisa mencapai Rp 24.000 per bonggol.

Bagaimana? Anda tertarik untuk bisnis sayuran organik? Jika iya, silakan mencoba semoga bukan hanya hidup sehat yang didapat namun juga uang yang didapat.

LEAVE A REPLY