Mengungkap Fakta Menarik, Trend Konsumen Online di Saat Bulan Ramadhan

36893121 - online shopping website on laptop screen with female hands typing

Saat bulan puasa dan menjelang lebaran adalah momen yang tepat dimanfaatkan untuk memasarkan produk. Karena pasalnya di saat inilah tingkat penjualan bisa naik 2x lipat dari pada bulan-bulan lainnya. Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia menunjukan pengeluaran di Indonesia naik 30% selama Ramadhan di tahun 2016 lalu. Fenomena ini pun ditangkap oleh para pemain e-commerce contoh saja Blibli.com, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan lain sebagainya.

Kebanyakan konsumen mencari produk-produk fashion, tiket perjalanan, kuliner dan berbagai promo dan diskon saat bulan Ramadan dan lebaran. Nah, apabila Anda ingin merencanakan strategi pemasaran yang tepat saat bulan suci ini sebaiknya pahami dahulu prilaku konsumen online di bulan ramadhan ini agar bisa memperoleh omzet berkali lipat.

Produk yang paling sering dicari konsumen

Dalam satu tahun, hanya di bulan puasa ini pencarian yang berujung pada pembelian barang memuncak. Google pun melakukan riset terhadap aktivitas pengguna internet dalam kurun waktu 1 bulan ini. Dalam risetnya Google membeberkan bahwa saat Ramadan, orang Indonesia paling sering menggunakan platformnya untuk melakukan penelusuran informasi dan inspirasi, berbelanja, mencari kartu kredit, mencari promo dan diskon serta mempersiapkan perjalanan.

Baca juga : Usaha Saat Ramadhan Hingga Lebaran

Selain itu, ditahun ini berbagai barang mulai dari pakaian muslim sepatu hingga peralatan rumah tangga lebih banyak dicari pengguna. Pada 2016 selama Ramadan ada 5 kategori belanja yang pencariannya melonjak naik, yaitu pakaian khususnya busana muslim yang melonjak 29%, smartphone meningkat 17%, alat elektronik 24%, telekomunikasi 19%, sementara penelusuran perjalanan mudik seperti kereta dan bus sudah mulai melonjak 30% dan sudah mulai pada 2-3 bulan sebelum Ramadan. Pencarian ini biasanya akan menyurut 1-2 minggu setelah hari raya Idul Fitri. Nah, agar Anda tetap relevan sebaiknya pertimbangkan pemasaran gencar-gencaran untuk produk-produk di atas.

Pencarian Diskon dan Promosi

Meningkatnya daya beli masyarakat saat Ramadhan juga menjadi alasan mengapa banyak sekali bertebaran kupon belanja atau voucher potongan harga. Menurut salah satu situs kupon Flipit Indonesia, selama Ramadhan orang yang mencari kupon online meningkat 35% dan 242% saat lebaran.

Selain itu, Google juga memaparkan bahwa adanya peningkatan kata kunci “harga” dan “promosi” pada mesin pencari mereka. Dengan begitu , mengoptimalkan pemasaran dengan cara memberikan berbagai promo merupakan hal yang sangat tepat dilakukan oleh pengusaha baik online maupun offline.

Waktu Belanja Konsumen Berubah Saat Bulan Puasa

Saat Ramadhan rupanya juga mempengaruhi waktu konsumen berselancar di dunia maya dan melakukan transasksi. Fakta ini dibenarkan oleh CoCEO salah satu e-commerce terbesar di Indonesia yaitu Lazada, Florian Holm. Dilansir dari Tech in Asia, perubahan waktu belanja konsumen cukup mencolok.

Bila sebelum Ramadhan konsumen biasa berbelanja online di jam kerja dan malam hari, kini selama bulan Ramadhan aktivitas belanja online bergeser mulai saat sahur hingga jam 08.00 pagi. Traffic kunjungan pada situs dan aplikasi Lazada meningkat 10x lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk waktu lainnya, meskipun tidak bertambah signifikan pada siang menjelang sore hari konsumen pun sering melakukan pencarian dan transaksi. Hal ini dapat dibuktikan dari kenaikan traffic e-commerce sebesar 12% dibandingkan hari biasanya.

Konsumen Mobile Lebih Banyak

Beberapa tahun belakangan konsumen di kawasan Asia Tenggara menggunakan peramban mobile untuk mencari produk, dan setelah itu diakhiri dengan transasksi melalui desktop maupun laptop. Namun kini kebiasaan tersebut sudah mulai berubah dengan adanya aplikasi mobile.

Saat ini, khususnya Ramadhan pengguna lebih banyak mengunduh aplikasi ponsel. Di setengah tahun pertama secara rata-rata lebih dari 26% aplikasi ponsel di install oleh pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini karena konsumen lebih banyak mencari layanan on-demand untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti transportasi, jasa antar makanan, dan belanja kebutuhan rumah selama Ramadhan dan lebaran.

Oleh karena itulah, peritel maupun e-commerce harus sudah mulai mempertimbangkan bahwa aplikasi merupakan bagian dari strategi akuisisi konsumen dan penjual. Sehingga perbaikan user interface, taktik monetisasi dan susunan aplikasi lainnya harus sudah digarap secara serius agar menambah kenyamanan konsumen saat berselancar di aplikasi milik mereka.

Konten yang Lebih Banyak Dilihat

Ramadhan dan lebaran adalah waktu di mana kita bisa meluangkan diri bersama keluarga. Untuk itu di saat inilah, pengujung lebih banyak mencari konten digital yang berhubungan dengan keluarga. Menurut data pengguna Facebook selama Ramadhan ada 5 postingan teratas yang paling engagement-nya paling besar yaitu keluarga sebesar 48%, makanan dan minuman (baik resep maupun informasi kuliner) sebesar 16%, rumah tangga 10%, tempat wisata 9% dan berbelanja 6%.

Strategi Promosi yang Tepat Saat Bulan Ramadhan

Nah, dari beberapa fakta konsumen saat Ramadhan di atas apakah Anda sudah mulai terbayang membuat strategi promosi? Kalau belum berikut kami berikan beberapa tips promosi yang bisa Anda lakukaan agar penjulan Anda di bulan yang penuh berkah ini mendapatkan hasil yang maksimal.

Buat konten promosi berupa video

Tidak hanya konten berupa teks atau gambar, promosi menggunakan video hiburan juga bisa Anda lakukan. Menurut Google, berdasarkan data yang mereka kumpulkan dari platform video sharing mereka Youtube, pencarian video melalui perangkat mobile akan naik sebanyak 13% saat Ramadhan. Jumlah tersebut pun akan semakin meningkat saat seminggu sebelum lebaran.

Mayoritas pengguna Goggle akan menonton video-video hiburan di platform pada saat sahur (pukul 5.00 sampai 6.00), di siang hari pukul 11.00 hingga 15.00 dan setelah salah Tarawih pukul 20.00 hingga 22.00. Selain platform Youtube, iklan video Facebook juga bisa jadi alternatif lain.

Buatlah Konten tentang ibadah puasa dan makanan

Saat Anda membuat konten entah itu teks ataupun video, jangan lupa untuk menyesuaikan temanya dengan bulan suci Ramadhan. Ini agar konten yang Anda sajikan bisa dengan mudah ditemukan. Google menyebutkan kalau pencarian kata kunci “Amalan Ramadhan” naik 12 kali lipat, sedangkan pencarian terhadap “hal yang membatalkan puasa” naik 9 kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

Optimalkan toko online Anda

Dari fakta bahwa konsumen saat ini sering mengakses melalui mobile phone, maka agar strategi promosi Anda lebih efesien pastikan aplikasi dan tampilan website Anda lebih mobile friendly. Tidak hanya itu, kemudahan transasksi juga perlu Anda optimalkan, misalnya dengan menambahkan sistem pembayaran yang mudah dan aman.

Buat promosi untuk produk yang paling banyak dicari

Sebelumnya sudah dijelaskan ada 5 produk yang mengalami kelonjakan menurut Google. Nah, bila Anda menawarkan salah satu produk tersebut, baik itu pakaian, tiket perjalanan, smartphone, atau perangkat elektronik, serta telekomunikasi buatlah promosi yang dapat menarik konsumen. Misalnya memberikan potongan harga atau bonus produk lain untuk pembelian salah satu produk tersebut. buatlah promosi di perangkat mobile. karena disaat mudik, yaitu sekitar waktu lebaran, akses internet pernagkat mobile akan naik sekitar 81%.

LEAVE A REPLY