Mau Bisnis Properti Tapi Takut Rugi? Berikut Tips Memilih Investasi Properti Agar Tak Rugi

2017,  berencana untuk menaruh uang alias invest di properti. baca dulu Tips memilih investasi properti biar tak merugi.

Bagi Anda yang ingin berbisnis tentunya tak ingin mengalami kerugian apalagi jika berbisnis usaha yang besar seperti bisnis properti bukan. Oleh sebab itu sebelum memulai bisnis ada baiknya Anda membaca tips memilih investasi properti agar tak rugi. Untuk mencegah atau mengurangi kerugian dalam bisnis ini.

Dalam tulisan yang bertema tips memilih investasi properti Anda juga diberikan tips agar bisa melakukan bisnis ini namun namun hanya dengan modal yang kecil bahkan ada yang tidak bermodal sama sekali.

Sebelum Anda membaca tips memilih investasi properti agar tak rugi ada baiknya Anda membaca alasan mengapa Anda harus memilih bisnis properti. Berikut alasannya

Properti sepertinya selalu menjadi bisnis yang memiliki daya tariknya sendiri bagi para investor yang ingin melakukan investasi. Karena bisnis ini memang bisa memilki keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis lainnya. Bisnis properti sepertinya memiliki daya tarik tersendiri bagi yang ingin melakukan investasi. Karena memang bisnis ini, dinilai cara terbaik untuk mengembangkan uang dan relatif lebih aman.

Baca Juga : Cara Mengajukan KPR agar tidak di tolak 

Tak sedikit juga orang yang berpendapat bahwa berbisnis properti sudah pasti akan laku dan yang berbisnis ini akan menjadi kaya raya hingga akhirnya banyak pebisnis yang memilih investasi properti sebagai untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Banyak alasan orang untuk memilih investasi properti antara lain, nilai investasi yang selalu naik, tak harus membayar tunai seketika, dengan bisa properti kita bisa menghasilkan uang secara terus menerus tanpa harus dijual misalnya dengan disewa, nilai jual bertambah dengan modal yang minimal,  dan menghemat waktu karena kita cukup memperkerjakan orang untuk mengontrol dan mengelolanya.

Namun tak semua bisnis berlabel properti akan membuat keuntungan, justru akan membuat kebuntungan jika Anda tak memiliki startegi. Karena bisnis properti yang dinilai selalu aman untuk mengembangkan modal ternyata tidak juga karena tak sedikit yang merugi karena bisnis ini.

Ada juga yang sembarangan berinvestasi sehingga merugi.Bahkan menurut survei mengatakan bahwa 85% orang memilih  berbisnis properti hanya karena dorongan emosi sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Namun Bagi Anda yang Masih Penasaran dengan Bisnis Properti, Kami Menyediakan Tips Memilih Investasi Properti Agar Tak Rugi 

Belilah Ketika Harga Rendah dan Jual Ketika Harga Tinggi

Tips memilih investasi properti yang satu ini ternyata efektif untuk berbisnis ini. Sebagai contoh harga sebidang tanah tahun lalu dan tahun ini sama-sama Rp 500 ribu Rupah berarti harga tanah tersebut sedang turun dan inilah waktunya membeli. Dan ada baiknya Anda mengikuti perkembangan berita mengenai bisnis ini agar tahu kapan harga properti tinggi,

Tak Mesti Membangun di Lahan yang Lokasinya Startegis

Pertanyaan tersebut sering ditanyakan bagi yang ingin memulai bisnis properti jawabanya tidak selalu. Karena mencari lahan yang startegis untuk menjalankan bisnis properti tentunya agak sulit zaman sekarang, karena lahan tersebut sudah langka, jikapun ada pastinya harganya pasti lebih mahal.

Baca Juga : Strategi Bisnis 2017

Untuk mengembangkan bisnis properti tak mesti di lahan yang startegis , bahkan seorang developer properti yang usianya masih muda Elang Gumilang, berhasil mengembangkan usaha propertinya di lahan yang Elang sendiri menyebutnya tempat jin buang anak. Namun ternyata usaha tersebut laris manis di pasaran. Karena yang namanya properti pasti banyak yang menginginkan

Namun tetap meski lokasinya nan jauh disana sebagai developer kita wajib mengembangkan lokasi yang tadinya seperti tak layak dihuni namun dijadikan ramai dan lengkap fasilitas, misalnya ada minimarket, tempat ibadah, tempat olahraga, kolam renang, dan taman. Jadi meski lokasi jauh dari keramaian namun fasilitas lengkap maka jadi daya tarik sendiri bagi  yang ingin mencari tempat tinggal.

Belilah Properti Hanya Dari Penjual yang Memang Memiliki Niat Untuk Menjual Propertinya

Tak semua orang sungguh memiliki niat untuk menjual properti terkadang ada juga yang hanya ingin tahu harga jual propertinya. Dan banyak properti yang bisa dengan tanda dijual namun si pemilik ternyata tak ada niat untuk menjualnya secara cepat. Jika Anda menjumpai hal seperti ini lebih baik Anda mengakhirinya karena ditwar dengan harga berapapun dia tak akan melepasnya,

Sukai Transaksinya Buka Propertinya

Sebagai investor prinsip yang harus dipegang adalah bisa menghasilkan keuntungan dari properti tersebut. Jika tidak mendapatkan keuntungan lebih baik jangan diambil. Namun terkadang investor karena jatuh cinta dengan propertinya tidak  jadi dijual.

Jangan Menyebutkan harga penawaran duluan

Dalam transaksi jual beli biasanya orang yang menyebutkan harga penjualan terlebih dah berada dalam pihak yang kalah. Biarkan si penjual yang menyebutkan harga terlebih dahulu setelah itu baru kita.

Tahan Untuk Menjual Properti Anda, Semakin Lama Anda Menahan untuk Menjual Harga Akan Semakin Mahal

Properti berbeda dengan barang lainnya yang semakin lama dijual harga akan semakin turun. Properti sebaliknya, semakin lama Anda menjualnya maka harganya justru akan semakin tinggi. Karena semakin tahun harga properti justru semakin naik, bayangkan jika properti Anda dijual sepuluh tahun yang akan datang.

Menjadi Bisnis Properti Harus Memiliki Modal Tinggi, Itu Hanyalah Mitos.  Bisnis Properti Tak Mesti Memiliki Modal yang Tinggi. Bahkan Anda bisa bisnis properti namun tak menggunakan modal sama sekali ?

Bisnis properti memang menggiurkan namun tak semua berani menceburkan diri ke dalam bisnis ini karena dianggap harus mempunyai modal besar minimal seratus juta rupiah. Padahal itu hanyalah mitos belaka, karena untuk berbisnis properti memang tak mesti bermodal tinggi bahkan ada yang tak memiliki uang sama sekali namun bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Memang benar bisnis properti memerlukan dana yang tinggi, namun jika kita masuk kedalam bisnis tersebut dengan menjadikan diri sebagai investor. Nah, cara seperti ini tentunya Anda harus memiliki dana yang banyak bisa ratusan bahkan triliuan rupiah. Namun untuk masuk ke dalam bisnis properti tidak melulu harus menjadi investor yang harus berkocek yang tinggi, Anda bisa menjadi broker, fliper, dan developer. Dengan begitu Anda tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berinvestasi.

Apa itu Investor, Broker, Fliper dan Developer?

Investor Properti, tentunya Anda akrab dengan istlah ini. Investor properti merupakan seseorang yang menginvestasikan dananya ke properti. Tentunya dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Sehingga untuk menjadi investor property harus memiliki tingkat kejelian yang tinggi. Selain itu untuk menjadi investor properti harus memiliki keahlian dalam menilai suatu properti.

Broker Properti merupakan istilah keren dari makelar atau pialang. Tugasnya untuk sebagai penghubung antara investor atau pembeli dengan penjual. Meski sering diremehkan namun keberadaan broker sangat membantu bagi para penjual atau pembeli yang menyewa dan menjual properti yang diinginkan.

Broker sendiri terbagi dua yakni Broker Properti Freelance dan Broker Properti Bersertifikat. Tentunya jika ingin menjadi broker properti kita tak perlu mengeluarkan modal yang besar bukan? Apalagi jika telah sukses mendapatkan pembeli tentunya kita akan mendapatkan keuntungan dari investor atau penjual. Kebanyakan orang memilih menjadi brokr properti karena relatif tidak memakai modal. Tak terikat waktu, penghasilannya adil dan tinggi serta banyak relasi.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti menetapkan besaran komisi untuk broker properti minimal 2 persen dari nilai transaksi, sehingga jika harga ruko 1,5 miliar Anda bisa mendapatkan komisi 30juta rupiah, lumayan bukan? Dan jika harga sebuah rumah seharga 300juta rupiah Anda bisa mendapatkan komisi 6juta rupiah.

Sedangkan dalam proses deal transaksi sewa rumah, tanah dan properti lainnya maka broker yang bersertifikat biasanya perusahaan memiliki standarnya sendiri dan itu pasti yaitu

Komisi 3% untuk harga jual lebih kecil atau sama dengan 1M.

Komisi 2.5% untuk harga jual antara 1M sampai 3M

Komisi 2% untuk harga jual lebih besar 3M

Untuk komisi sewa dan kontrak: yakni 5%

Flipper istilah ini memang masih awam di Indonesia namun di luar negeri profesi ini sangat marak sekali. Flippe merupakan sesorang yang menguasai properti dengan harga yang relatif murah.  Jika ingin menjalankan prosesi ini maka Anda membutuhkan kemampuan untuk bernegosiasi dengan pemilik property hingga pemilik properti mamu melepasakan kepemilikannya hanya dengan harga tertentu saja kemudian menjualkannnya dengan segera.

Flipper mengeluarkan dana yang jauh lebih sedikit dibandingkan jika menjadi investor properti. Dana ini biasanya dibutuhkan untuk tanda jadi atau uang muka. Biasanya uang tersebut digunakan untuk biaya pembuatan surat perjanjian-perjanjian dihadapan notaris, biaya materai, dan lainnya. Uang tanda jadi atau lebih dikenal dengan Down Payment (DP) bisa sangat kecil tergantung dari kesepakatan dengan pemilik properti.

Baca Juga : Usaha Online 2017

Seorang Flipper bisa bermain dalam jangka waktu pelunasan dan harga property yang telah ditentukan telah dilunasi sehingga dia bisa mencari pembeli baru terhadap property yang sudah mengikat perjanjian dengannya tentunya dengan harga yang tinggi yang didapatkan dari pemilik.

Jika dalam waktu yang sesuai dengan perjanjian Flipper bisa menemukan pembeli yang bersedia membeli dengan harga yang cocok maka pembeli yang barulah yang akan melunasi harga jual properti tersebut kepada pemilik awal. Maka Flipper pun akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dibayar oleh pembeli baru dengan harga yang mesti dibayarkan kepada pemilik properti.

Biasanya flipper bertransaksi dengan cara membuat surat perjanjian  perikatan jual beli atau PPJB yang bisa dibuat dibawah tangan namun bisa juga berupa notariel akta.

Developer Properti

Merupakan sesorang atau perusahaan yang bergerak di bisnis properti sebagai pengambang (pembangun dan pemasar properti) baik berupa perumahan skala yang besar maupun kecil. Kini untuk menjadi seorang developer properti pemerintah mewajibkan seseorang atau atau sekolompok orang yang menjalankan bisnis ini dengan legalitas penuh.

Menjadi developer dengan modal nol caranya adalah dengan melakukan komitnen pajak penjual akan ditanggung oleh pembeli, naikan harga kemudian turunkanlah syarat. Berikan hadiah atau bous bisa juga dengan barter aset.

Dengan Memilih Bisnis Properti Syariah Anda Tak Perlu Mengandalkan Bank dalam Bisnis Ini

Banyak orang berpikir bahwa berbisnis harus menggunakan bank untuk mendapatkan modal. Namun semua itu salah, karena berbisnis properti yang trend saat ini justru tidak menggunakan bank.

Bank memang membantu di awal namun di tengah perjalanan karena bunganya yang tergolong tinggi seorang investor bukannya mendapatkan keuntungan dari penjualan justru harus menghabiskan uang untuk membayar utang ke bank. Agar tidak menggunakan jasa bank, Anda bisa memilih investasi properti yang sistemnya syariah itu sama sekali tidak menggunakan bank.

Lalu Bagaimana Cara Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal  dan Bank ?

Banyak orang memungkiri bahwa berbisnis properti pastinya harus memiliki modal yang besar dan modal tersebut hanya bisa didapatkan dari pinjaman bank. Namun hal tersebut justru dipatahkan oleh Rosyid Aziz, seorang developer property syariah yang menjalankan bisnis properti sejak tahun 2008, sebelumnya dia adalah pebisnis sekaligus motivator yang mengajak para calon wirausaha untuk berbisnis dengan utang.

Namun ia menyadarinya bahwa hal tersebut salah, apalagi keluarganya turut menjadi korban akibat motivasinya untuk berbisnis dengan utang. Bahkan tak sedikit peserta seminarnya yang memiliki banyak utang di bank. Darisana dia menjadi merasa bersalah sehingga dia ingin menebus rasa bersalahnya dengan mengajak orang-orang untuk berbisnis secara syariah tanpa bank, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa akad yang bermasalah yang kini sering ditemui di bisnis properti.

Tak sedikit orang yang tak percaya, bisa menjalankan bisnis tanpa bank, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa akad yang bermasalah namun bisa dia buktikan dengan keberhasilannya dalam menjalankan bisnis propertinya.

Caranya menjalankan bisnis properti ini ada empat cara pertama  Bayar per Unit Laku,  Bagi Pintu Bagi Unit, Bayar Bertahap, Bagi Hasil Syirkah1 dan Bagi Hasil Syirkah 2.

Bagi Hasil Syirkah adalah ketika para pihak berkerjasama (developer, kontraktor dan pemilik lahan) berkerjasama untuk meningkatkan nilai asset mereka secara bersama-sama. Dimana mereka saling berkolaborasi untuk memadukan seluruh sumber daya baik yang berwujud maupun tak berwujud menjadikan aset miliknya bernilai.

Secera spesifik ada yang berkontibusi dalam bentuk lahan yakni pemilik lahan, ada yang berkontribusi sebagai pemilik bahan bangunan (kontraktor) dan ada yang mengembangkannya (developer). Setelah properti yang mereka bangun jadi, saat itulah mereka membagi-bagikan properti sesuai dengan kesepakatan di awal.

Misalnya dalam kesepakatan awal si pemilik lahan mendapatkan dua bangunan ruko begitu juga dengan kontraktor sedangkan developer hanya satu ruko. Sehingga aset dari masing-masing mereka bisa bernilai tinggi dibandingkan belum dijadikan properti.

Lebih Untung yang Mana dalam Berbisnis Properti ?

Ruko, Apartemen, Rumah Cluster ?

Ketika seseorang berinvestasi tentunya ingin cepat balik modal plus mendapatkan keuntungan bukan?  Tetapi tak semua invetsatasi bisa mendapatkan keuntungan atau chuan namun juga akan ada kerugian atau amsiaw.

Sehingga sebelum melakukan investasi, tentukan dulu properti yang cocok apakah menjadi ruko, apartemen, dan rumah cluster. Berinvestasi di ruko mempunyai kelebihan yakni permintaannya tinggi terutama untuk kawasan bisnis, perdagangan dan hiburan. Selain itu investasi properti ruko lebih cepat untung karena biasanya menyewa dalam jangka waktu 2-3 tahun. Sehingga untuk pengembalian modal lebih cepat dibandingkan dengan rumah sewa dan lebih laku untuk di jual kembali.

Namun untuk berinvestasi ruko pastinya ada kekurangan seperti rentan terhadap krisis ekonomi dan bila sampai terjadi kriris maka permintaan sewanya menjadi berkurang selain itu. Harga jual dan sewa ruko sangat tergantung pada lokasinya jika startegis dekat dengan keramaian tentunya akan mahal.

Investasi Apartemen

Dibandingkan dengan ruko, melakukan investasi ini tentunya keuntungannya lebih rendah. Karena pengembalian kecil dikarenakan adanya nilai susut dari bangunan apartemen yang cukup besar bisa hingga 20%. Namun apartemen bisa dibilang lebih mudah laku dan dijual kembali karena letaknya pasti strategis. Dan meski ukurannya kecil dan harga persegi apartemen mahalan namun jika dibandingkan dengan rumah yang letaknya startegis harga apartemen jumlahnya tentu lebih muragh.

Investasi Rumah Cluster

Investasi rumah tentunya menguntungkan meski letaknya tidak strategis dan jauh dari keramaian. Namun dibandingkan dengan investasi ruko, untuk pengembalian modal dan keuntungan tentunya beda jauh. Namun untuk investasi rumah bisa kita sewakan sehingga ada pendapatan tiap tahunnya.

Namun sayangnya setiap tahunnya nilai ekonomis bangunannya akan selalu menyurust dan penyusutan biasanya mencapai 10 persen. Selain untuk investasi ini biasanya memerlukan biaya rutin seperti listrik, air dan perawatan pun akan lebih mahal karena dihitung dengan mengikuti fasilitas bersama atau fasilitas umum.

Setelah membaca tips memilih investasi properti. Bagaimana apakah Anda tertarik untuk menanamkan modal Anda kesana? Selamat Mencoba !

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”