Menelisik Peluang Daging Sapi Beku Ditengah Naiknya Harga Daging

daging sapi beku

Peluang daging sapi beku, menjadi solusi ditengah permasalahan harga daging Menjelang ramadhan dan lebaran. Hal ini juga yang menjadi jurus andalan yang coba dikeluarkan pemerintah demi menekan harga daging sapi, salah satun jurus andalannya juga adalah operasi pasar.

Menarik karena ini dapat menjaga kestabilan pasokan daging sapi dalam negeri dan ini adalah salah satu peluang yang sangat baik, terlebih dengan kondisi sekarang ini. Bahkan dalam sebuah  sebuah kesempatan, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan jika pengaturan logistik  hewan hidup sangat sulit dan mengenai daya tahan daging yang cepat membusuk.

Baca juga artikel terkait : mesin giling daging

Daging sapi beku sebagai solusi

Dalam kesempatan yang sama, Mendag menganjurkan rakyat Indonesia untuk terbiasa mengkonsumsi daging sapi beku. Menurutnya, karea daging sapi yang sudah di bekukan dapat disimpan dalam beberapa bulan  sehingga ketika mendekati bulan Ramadhan dimana harga melonjak tajam, stok daging sapi beku dapat kita keluarkan. Hal ini tentunya solusi bagi permasalahan daging sapi yang pernah menyentuh kenaikan hingga Rp 140.000

Hal itu kemudian menjadi himbauan yang cukup diseriusi, sehingga apabila akan migrasi hal ini memerlukan persiapan sarana pendukung seperti gudang pendinging, lemari pendingin hingga kotak pendingin. Dengan begitu, jika konsumsi daging sapi beku sudah menyebarluas hal ini membuat logistik dapat di kendalikan dengan baik.

Peluang usaha daging sapi beku dan tantangannya

Dari kutipan dan ulasan diatas, kita melihat dorongan untuk konsumsi kepada daging sapi beku cukup serius. Hal ini juga merupakan solusi dimana harga daging sapi yang terkadang tinggi. Bahkan tidak hanya untuk konsumsi masyarakat, Hotel sekalipun mengkonsumsi. Hal ini dipertegas oleh Mentri Pertahanan Andi Amran yang mengatakan kalau daging frozen sehat karena dibekukan sehingga tidak ada bakteri.

Namun YLKI melihat hal yang mesti di perhatikan dengan mengkonsumsi dari sisi ukuran. Pasalnya kandungan airnya cukup tinggi bisa mencapai 20 hingga 30 persen sehingga hal ini dapat merugikan pihak konsumen. Hal ini mesti dipersiapkan menjadi win-win solution dari sisi pembeli dan penjual.

LEAVE A REPLY