Marketplace Online B2B di Bidang Logistik yang Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Rental Kendaraan

Internet sering kali dianggap memberikan dampak buruk bagi usaha konvesional. Di industri transportasi misalnya. Tentu Anda masih ingat, tahun 2015 sempat ramai dibicarakan bentrok antara pelaku usaha yang bergerak di transportasi konvesional dengan online. Mereka menganggap, hadirnya aplikasi online malah mematikan usaha yang sudah lama bergerak secara offline. Tapi untungnya dengan adanya mediasi dan solusi dari pemerintah, akhirnya persolanan ini pun mereda.

Dari kasus tersebut, kini banyak startup jasa trasportasi yang mulai melakukan pendekatan ke perusahaan-perusahaan transportasi offline. Tidak hanya itu saja, banyak startup-startup baru mulai bermuncul dengan layanan yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha transportasi konvesional menawarkan jasanya secara online.

Baca Juga: Otenta.com, Marketplace Online untuk Produk Asli UKM Tanah Air

Selain karena hal itu, hadirnya startup-startup trasnportasi ini juga didorong oleh potensi bisnis logistik di Indonesia. Pertumbuhan bisnis e-commerce memberikan dampak yang baik bagi bisnis dalam negeri. Dengan jumlah transaksi yang semakin meningkat, berimbas terhadap bisnis jasa logistik. Seperti yang kita ketahui Indonesia dijuluki negara kepulauan. Di mana ada sekitar 17.000 pulau yang membentang dari sabang sampai marauke.

Untuk itu lah, bisnis logistik memiliki pasar yang menguntungkan contohnya yaitu marketplace online B2B. Data yang kami kutip dari industri.bisnis.com pasar logistik di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan sekitar 10% pada tahun 2018.

Kargo

Kargo.co.id adalah startup yang menawarkan layanan berupa marketplace online untuk pemilik kendaraan rental. Perusahaan rintisan ini mulai beroprasi sejak November 2015. Untuk menggunakan layanan ini, pengguna bisa mengecek harga, mencari truk dari perusahaan logistik yang kosong muatannya, serta mentrack secara online di situs mereka.

Untuk kerjasama, Kargo memberikan 2 paket langganan, yaitu Starter Promo dan Bulanan. Untuk layanan starter dikenakan biaya 200rb. Dengan paket ini vendor, baik individu ataupun perusahaan dibebaskan dari potongan komisi namun tidka bisa ikut kontrak proyek perusahaan. Sementara paket langganan bulanan, keuntungannya akan ada profil vendor, bebas komisi muatan harian, bisa mengakses ke proyek/tender logistik dan fee royalty sukses sebesar 3%.

Sebagai penyedia platform, Kargo berupaya memberikan keuntungan tidak hanya bagi konsumen, tapi juga bagi perusahaan distribusi. Kargo menawarkan sistem TMS (transportation management system). Dikutip dari infokomputer.com Sistem tersebut dapat meningkatkan kemampuan oprasional perusahaan sekaligus memberikan aksesibilitas informasi terhadap pelanggan.

Untuk konsumen, Kargo menawarkan kemudahaan dan efesiensi. Untuk mengirim barang konsumen cukup masuk ke situs kargo.co.id, isi form penawarannya, setelah itu kargo akan memberikan list penawaran vendor di halaman dasbor Anda. Pembayaran pun dimudahkan dengan adanya sistem pembayaran COD saat truk datang dan sampai.

Anterin

Belakangan ini, bisnis transportasi dan logistik sedang dilirik cukup banyak startup. Salah satunya adalah PT Anterin Digital Nusantara. Perusahaan rintisan ini meluncurkan layanan transportasi on-demand, yang mereka namakan Anterin pada September 2016 silam. Meskipun secara garis besar, layanannya hampir serupa dengan GoJek atau Grab, Anterin mengatakan konsepnya berbeda dengan kedua kompetitornya tersebut.

Anterin tidak hanya menyediakan jasa transportasi saja, namun juga menyediakan jasa kurir hingga pergudangan untuk segmen korporat dan perorangan. Sistem yang diterapkan pun berbeda, Anterin melakukan sistem lelang bagi mitra dan penggunannya. Mekanisme ini akan memberikan kebebasan bagi konsumen untuk memilih jasa mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dengan harga yang kompetitif. Dengan konsep yang seperti ini, Anterin menargetkan platformnya dapat menjadi solusi untuk pengusaha untuk mengatasi persoalan pergudangan dan distribusi dengan harga yang terjangkau.

Lontar

Merupakan layanan logistik berbasis online yang dapat digunakan konsumen untuk mencari armada truk untuk pengantaran barang. Layanan ini baru diluncurkan tahun 2016. Awalnya hanya menawarkan layanan menjadi prantara antara pemilik kendaran dengan konsumen, kini berkembang dengan menyediakan pergudangan sendiri. Untuk itu, kini layanannya meliputi pengangkutan barang, cargo dan trace tracking.

Baca Juga: Marketplace Properti yang Membantu UKM Temukan Lokasi Usaha Strategis

Bagi perusahaan truk yang ingin bergabung bersama Lontar akan mendapatkan benefit seperti trace traking, kepastian muatan, kepastian pembayaran serta oprasional yang lebih efesien. Namun sayangnya sampai saat ini, Lontar baru bisa melayani rute tanjung Priok hingga cikarang. Lontar sendiri berharap kedepan layannya bisa berkembang sehingga dapat mencakup wilayah Bogor dan Tanggerang.

Deliveree

Berikutnya adalah Deliveree, startup yang berbasis di Thailand ini juga menawarkan kemitraan bagi perusahaan penyedia jasa transportasi dan logistik. Layanan ini baru mulai meluncur di Indonesia khususnya di Jakarta pada tahun 2015 lalu. Untuk mekanisme bisnisnya, Deliveree menetapkan biaya ke konsumennya berdasarkan jarak lokasi pengambilan dan lokasi pengiriman barang.

Sementara untuk mitra yang bergabung dengan Deliveree, ada ketentuan yang ditetapkan oleh pihak Deliveree. Mitra perlu membayar deposit awal yang akan digunakan untuk pembayaran komisi. Deposit untuk mitra pengemudi dan vendor kisaran Rp 150.000 hingga Rp 300.000. Setelah itu, akan berlaku sistem bagi hasil komisi sebesar 15% – 20% dari total biaya pengiriman. Sampai saat ini jenis kendaraan yang didaftarkan adalah kendaraan ekonomi, seperti city car & MPV, Van, Truck Pick Up, Truck Box, CDE (engkel 4 Roda) dan CDD (double engkel).

SHARE
Content writer GoUKM dan event manager GoUKM Training Center. Contact saya di sucirahmadh@gmail.com.

LEAVE A REPLY