Nurhayati Subakat, Terus Berbisnis Untuk Menolong Orang

Siapa sangka keputusan Nurhayati Subakat untuk resign dari pekerjaanya dan memilih berbisnis di rumah saja sambil mengurus anak justru membuat kariernya berkembang. Perusaahaan yang tenar dengan merek WARDAH ini menjadi top brand untuk produk kosmetik masa kini. Namun tak mudah bagi Nurhayati mengembangkan usahanya. Sebelum mengembangkan kosmetik dengan inspirasi Wardah sebenarnya Nurhayati sudah mengembangkan produk salon bernama Puteri, memang tak setenar Wardah namun cukup menguntungkan bisnisnya dikala itu masih era 80an.

Namun sayang pabriknya terbakar, hingga Lulusan Farmasi ITB ini berpikiran untuk mengakhiri usahanya dan total menjadi ibu rumah tangga. Namun keingininan tersebut urung, saat dia berpikir karyawan yang kebanyakan adalah tetangganya akan kehilangan mata pencaharian jika usahanya ini tidak diteruskan. Apalagi tak sedikit karyawannya yang janda dan harus menghidupi sendiri anak-anaknya.

Inspirasi Wardah, Kosmetik Islami

Bermodal yakin Ia pun mulai merangkak, membangun kembali usahanya dari nol. Dari pintu  ke pintu dia menawarkan produknya. Hingga akhirnya dia silaturahmi ke sebuah pondok pesantren, disana dia diberi masukan oleh satu penghuni pondok. Katanya, belum ada produk kosmetik yang berbau islam, Padahal Indonesia mayoritas Islam.

Makanya Nurhayati pun mengikuti sarannya, membuat produk yang bermerk Wardah, berasal dari bahasa arab, yang bermakna bunga, lembut atau cantik. Nama wardah pun perlahan-lahan dikenal, namun tak sedikit yang mengejeknya, bahkan ada yang menuduhnya menjual beli agama. Karena inspirasi Wardah identik dengan islam. Bahkan untuk promosi selalu mengggunakan model-model yang berhijab. Padahal saat itu trend berhijab belum booming seperti sekarang.

Tapi Nurhayati tak mau ambil pusing, baginya niat membangun usaha untuk menolong sesama bukan justru menjelekkan agama. Karena keyakinannya kini bisnisnya semakin berkembang dan memiliki 8500 karyawan dan sudah bisa menguasai 50% pasar Indonesia, yang tadinya hampir dikuasai oleh perusahaan kosmetik asing seperti Unilever,Dan karena prestasinya, ia telah menerima berbagai penghargaan, antara lain Best Supplier Cosmetic dan CEO Inovatif Untuk Negeri,dan Ganesha Innovation Championship Award (GICA).

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”

LEAVE A REPLY