Gerakan 1000 Startup Berikan Bekal Kepada Calon Startup

Sepertinya impian Indonesia untuk mendapatkan 1000 startup sebentar lagi tercapai. Karena bukan saja pemerintah yang galak melakukan aksi mendukung majunya startup di Indonesia namun juga perusahaan besar dan beberapa startup yang sudah mampu bertahan. Misalnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang telah melakukan Ignition kedua pada tanggal 27 Agustus 2016 di Universitas Indonesia.

Dan kini telah melaksanakan workshop kedua di Telkomsel Smart Office, pada tanggal 17-18 September yang sebelumnya telah melaksanakan workshope pertama di Bukalapak, 13-14 Agustus 2016 dan di Estubizi Coworking Space pada 20-21 Agustus 2016.

Workshop tersebut merupakan acara lanjutan dari rangkaian program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital setelah Ignition. Hasil dari acara ini adalah 200 peserta yang telah terjaring yang kemudian dipilih 100 peserta terpilih yang kemudian dilanjutkan ke tahap workshop kedua yang dibagi menjadi dua kelas dengan masing-masing 50 peserta. Dalam tahap ini peserta diharapkan bisa memetakan permasalahan yang muncul beserta solusinya yang  mereka dapatkan berdasarkan inspirasi yang telah mereka dapatkan dari fase Ignition.

Selain itu mereka juga harus menyelesaikan masalah yang sudah disiapkan oleh tim Lab Kinetic melalui bank of problems yang diberikan pada para peserta sebelum workshop dimulai. Kemudian setelah peserta memilih masalah yang akan dipecahkan, mereka akan dibagi ke dalam sebuah tim yang kemudian akan dicari solusinya.

Pada hari pertama workshop, peserta akan mendapatkan materi mengenai design thinking dimana mereka akan mengidentifikasi dan memeratakan masalah yang ingin mereka pecahkan sampai nantinya mereka menemukan alternatif solusi atas permasalahan tersebut.

Borrys Hasian, Google Expert  yang menjadi salah satu trainer Design Thinking Workshop Kedua Jakarta akan memasukan tiga hal yang akan menjadi pertimbangan keinginan pengguna technology feasibility dan viabilitas bisnis. Design thinking akan membantu mereka mendapatkan ide solusi dengan ketiga hal tersebut.

Kemudian di hari kedua, workshop peserta akan mendapatkan materi market validation dan Business Model. Setelah mengidentifikasi masalah dan berhasil menemukan alternatif solusi, peserta kemudian harus memvalidasi apakah ide solusi yang mereka temukan memang dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak.

Setelah target marketnya jelas selanjutnya adalah bagaimana membuat business model yang tepat atas solusi mereka tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan validasi ide apakah masalah tersebut real dan memang menjadi solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Darisanalah akan dijadikan model utama untuk membangun bussines model yang tepat.

Selain itu acara ini juga diisi oleh mentor yang sudah mumpuni di bidang teknologi, kreatif, maupun startup, seperti Jakarta Wiradisuria, Head of New Product Ruma, trainer untuk Market Validation, dan Dickie Widjaja, CIO, Investree, Trainer untuk materi Business Model.

 

 

 

 

 

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”

LEAVE A REPLY