Fayza Na, Dari Kesenangan Mix And Match Baju Jadi Usaha Sampingan

Kebanyakan orang memulai usaha berangkat dari hobi mereka masing-masing, begitu pula dengan Laily Arianti beserta adiknya. Usaha Onlline Shop Fayza Na didasari karena kesenangan keduanya memadupadankan baju sehingga menginsipirasi mereka untuk mulai menggeluti usaha online shop busana muslim. Ditambah semakin banyak wanita yang mulai hijrah memajai hijab meyakinkan dirinya kalau peluang usaha ini sangat berporspek. Dengan menawarkan gamis dan tunik yang diproduksi sendiri dan menjual barang dari beberapa supplier, Laily beserta adiknya memasarkannya melalui akun Instagram dengan nama akun fayza_na99.

whatsapp-image-2016-10-19-at-10-56-36

Sambil tetep bekerja sebagai pegawai swasta Laily Arianti beserta adiknya menjalani online shop ini pada tahun 2014 dengan memproduksi baju sebanyak 30 pcs. Penjualan pertama rupanya sangat sedikit yang laku, hanya 2 atau 3 baju perbulan. Namun ia terus berupaya agar semua stock habis, dan mulai memproduksi lagi sebanyak 50 pcs. Berbekal modal 3 juta ia membeli bahan serta membayar tukang jahit.

Saat memutuskan untuk memproduksi sendiri sebenarnya banyak sekali pertimbangan. Karena Laily dan adiknya tidak memiliki pengelaman dan pengetahuan tentang jahit-menjahit, ia pun kurang yakin apa bisa dilakukan, belum lagi ia tidak mengetahui ukuran kain yang pas untuk membuat satu baju. Akhirnya berbekal bertanya dengan orang-orang yang sudah berpengelaman sebelumnya di bidang ini, ia nekat membeli bahan dan membayar jasa jahit ke konveksi. Namun ia sering mendapatkan tukang jahit yang tidak sesuai dengan keinginannya sehingga harus terus mencari tukang jahit yang sesuai.

Sambil mencari, ibu dari dua anak ini ini pun berhenti memproduksi baju, dan mulai menjadi reseller. Menjadi reseller pun tidak semudah yang dibayangkan. Karena kini banyak supplier fashion yang memberikan produk tidak sesuai dengan gambar yang diberikan, Laily harus memilah-milih mana kiranya supplier yang dapat dipercaya. Untunglah ia bertemu dengan supplier terpercaya dan memberikan barang yang sesuai dengan gambar yang mereka tunjukan.

Mencari Konsumen dari Nol

Belum selesai permasalahan mencari konveksi untuk memproduksi baju buatannya, Laily pun harus dihadapi dengan masalah baru. Namanya berjualan online pasti banyak sekali resiko yang harus diterima entah itu konsumen yang batal membeli padahal sudah menghitung biaya pembelian dan ongkos kirim, sampai harus menghadapai kenyataan pahit saat akun media sosialnya diretas. Hal ini dialami oleh Laily, sehingga ia harus mulai dari awal mencari konsumen.

“Kita berjualan hanya melalui Instagram, jadi penjualan kami mengandalkan dari follower-follower yang sudah men-follow akun Fayza Na. Bayangkan saja awalnya follower akun online shop kami Fayza Na dari 0 hingga mencapai ratusan, namun tiba-tiba beberapa minggu yang lalu akun Instagram kami dihacked/ diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga kami sekarang mulai mencari followers lagi dari 0. Kejadian ini memang sangat menjengkelkan tetapi kami hanya bisa pasrah saja dan Lillahitaala karena kami yakin pasti ada cerita indah dibalik ini,” ungkapnya.

Kini keuntungan bersih yang ia dapatkan mencapai 3 jutaan dengan perkiraan keuntungan perbulannya sebesar 500-800 ribu. Meskipun usaha sampingan, ia ingin usahanya ini dapat menjadi pekerjaan utamannya sehingga ia bisa dengan fokus mengurusi rumah tangga dan tetap membantu ekonomi keluarga. Kedepannya Laily Arianti memiliki rencana jangka panjang untuk mengembangkan Fayza Na dengan membuat toko offline sehingga konsumen bisa melihat secara langsung produk yang ia tawarkan. Rencana ini ia wujudkan dengan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen dan pelanggan setianya.

SHARE
Content writer Goukm.id yang suka ngobrol soal kucing, film, musik, novel teenlit, dan komik. Kontak saya di sucirahmadh@gmail.com atau ig @sucirhmdhanii.

LEAVE A REPLY