Dahlan Iskan, Orang Hebat Itu Tidak Diciptakan dari Kemudahan Melainkan Kesukaran

Terkadang manusia ingin yang instan, ingin cepat sukses tapi kurang mau berkerja keras. Inginnya berada di zona nyaman takut menghadapi tantangan dan lebih suka melakukan malas-malasan namun ingin punya banyak uang. “Padahal orang hebat tidak diciptakan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Melainkan mereka yang dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.” Itulah yang dikatakan oleh Dahlan Iskan, pebisnis yang dulunya hanya seorang karyawan.

Jika melihat Dahlan sekarang tak akan ada yang menyangka jika waktu kecil Dahlan hidup kekurangan. Dia dibesarkan di lingkungan pedesaan yang sangat kekurangan. Orang tuanya sendiri tak ingat Dahlan lahir tanggal berapa. Hingga akhirnya mereka memilih tanggal 17 Agustus sebagai hari lahir Dahlan yang bertepatan dengan kelahiran Republik Indonesia.

Dulunya Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, hanyalah seorang calon reporter surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Kemudian dia berkerja menjadi  wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Sepak Terjang Dahlan Iskan

Sebelum di tangan Dahlan, Jawa Pos hampir saja gulung tikar. Namun berkat kegigihan dan keyakinan serta kesiapannya menghadapi persaingan, Dahlan akhirnya berhasil meningkatkan oplah surah kabar. Yang tadinya 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Hingga akhirnya lima tahun kemudian terbentuklah jaringan media surat kabar terbesar di indonesia. Yang merupakan sekumpulan 134 surat kabar, tabloid, dan majalah serta 40 jaringan percetakan di Indonesia bernama Jawa Pos News Network (JPNN).

Tak hanya itu  eks Menteri Badan Usaha Milik Negara ini di tahun 1997 berhasil mendirikan Graha Pena di Surabaya  dan Jakarta.  Kemudian di tahun 2002, eks Dirut PLN ini berhasil mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Selain kerja keras, menurut Dahlan kunci kesuksesan adalah tidak mengeluh. Jika tetap mengeluh lebih baik berhenti berkerja. Karena masih banyak orang yang mau berkerja tanpa mengeluh dan bisa menunjukkan kemajuan. Jadi menjadi orang hebat itu memang sulit harus kerja ekstra dan sedikt mengeluh. Sehingga kita bisa mengikuti jejak pebisnis bebas seperti Dahlan.

SHARE
Mengawali karir dari lembaga Pers Mahasiswa. Bergabung denga tim riset untuk menulis berbagai buku. Hobi Photography punya Moto Hidup “Berbagi itu Kesenangan”

LEAVE A REPLY