4 Marketplace B2B Indonesia Ini Bantu Kembangkan Bisnis UKM

B2B adalah istilah yang dipakai untuk konsep business to business. Konsep bisnis ini merupakan transaksi bisnis yang terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya. Dengan kata lain B2B ialah pemasaran produk atau jasa oleh salah satu bisnis ke bisnis lainnya, bukan langsung ke customer seperti B2C.

Di Tanah Air, e-commerce dengan konsep bisnis ini mungkin bisa dihitung. Berbeda halnya dengan marketplace dengan model bisnis B2C dan C2C, seperti Bukalapak, Tokopedia, OLX dan lain sebagainya. Namun sebenarnya kehadiran marketplace B2B ini sangat diperlukan. Kenapa? Karena B2B memiliki volume perdagangan lebih besar sehingga dapat memungkinkan pelaku usaha untuk mengembangkan impor dan ekspor bisnis mereka.

Contoh saja seperti Indotrading, Indo Product dan sebagainya, marketplace-marketplace ini menawarkan portal untuk mempertemukan produsen dengan distributor, grosir, dan pengecer antara exporter dan importir. Nah, untuk menambah informasi Anda mengenai e-commerce model B2B, berikut kami perkenalkan beberapa marketplace B2B yang sudah ada di Indonesia yang mungkin bisa Anda pilih untuk memasarkan produk Anda.

Marketplace B2B di Indonesia

Indotrading.com

Startup yang sudah berdiri selama 4 tahun ini didirkan oleh Handy Chang yang bisnisnya bergerak di bidang direktori bisnis dengan segmen B2B. Keputusan Handy untuk mendirikan Infotranding.com ini dorong oleh sulitnya para pelaku UKM dalam bersaing dengan pemain-pemain besar di pasar lokal maupun internasional. Melalui situs yang dibangunya ini, ia mengharapkan UKM menyadari dan paham akan pentingnya eksistensi di ranah online, selain itu bisa menjadi solusi bagi UKM yang ingin berkembang dengan digital namun tidak memiliki tenaga IT untuk mengeolanya.

Pada awalnya, Indotrading dibangun sebagai situs direktori untuk perusahaan perusahaan B2B, namun kini dikembangkan dengan menyentuh pasar ke perusahaan B2C. Hal ini dilakukan karena lebih banyak UKM di Indonesia yang menjual produknya langsung ke pelanggan.

Selain itu, Indotrading juga mulai menambahkan layanan lainnya, seperti menyediakan jasa pembuatan website, search engine optimization, Google Adwords, data statistik, manajemen konten dan jasa pemasaran digital lainnya. Untuk mendapatkan Jasa digital marketing ini, perusahaan atau UKM dikenakan biaya mulai dari Rp 100 hingga Rp 2.3 juta tergantung pada kelengkapan fasilitas layanan yang dpilih.

Jika perusahaan ingin mendapatkan jasa digital marketing lengkap, bisa mendaftar sebagai member gold dengan kisaran biaya mulai dari Rp 1.9 juta hingga Rp 5 juta. Fasilitas member ini lah yang membedakan Indotrading.com dengan marketplace lainnya. Bila marketplace lainnya mendapatkan revenue dari taransasksi yang penjual dan pembeli, Indotrading mendapatkan sumber penghasilan dari membership mereka.

Tidak hanya itu, jika di marketplace lain lebih fokus mempromosikan situs mereka sendiri untuk berjualan, Indotrading malah mempromosikan situs yang dimiliki oleh pelaku usaha karena transksi sepenuhnya dilakukan langsung di situs perusahaan. Jadi calon pelanggan di lead ke situs pengusaha sendiri untuk melakukan pemesanan. Ini salah satu cara untuk meningkatkan traffic pengunjung website yang dimiliki pengusaha.

Di lansir dari infokomputer.com per Oktober 2015, Indotrading sudah mendapatkan 2 juta pengunjung perbulan, 18 ribu perusahaan yang telah bergabung termasuk member gratis dan berbayar), serta 150 ribu produk yang diiklankan. Untuk kategori produk yang dipromosikan sangat lengkap, di antaranya alat elektronik, konstruksi dan properti, mesin dan alat berat, alat ukur, alat proteksi diri dan keamanan, kerajinan dan masih banyak lainnya.

Indonetwork.co.id

Indonetwork adalah perusahaan e-commerce marketplace dan direktori bagi usaha B2B di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2001. Situs ini mengklaim bahwa sudah lebih dari sekitar 1 juta member pelaku bisnis, industri dan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam komunitas Indonetwork.

Selain memiliki 2 juta member yang sudah terdaftar di Indonetwork, menurut data yang kami dapatkan dari situsnya dipertengahan tahun 2016 penunjung situs ini mencapai 4 juta visitor per bulan. Pencapaian ini tidak mengherankan karena Indonetwork sendiri sudah menjajaki bisnis ini selama 15 tahun, sehingga terus menjadi tujuan para wirausahawan untuk mempromosikan barang maupun jasa daganganya.

Melihat respons yang sangat positif ini, Indonetwork mulai membenahi dan menambahkan beberpa fitur serta layanan, di antaranya adalah escrow account, jasa financing sampai jasa logistik yang sudah terintegrasi. Selain itu, Indonetwork juga berupaya memberdayakan para pelaku bisnis, industri dan pelaku UMKM secara agresif dengan memberikan edukasi berupa pelatihan untuk menggali potensi bisnis di dunia maya.

Program ini sudah mulai berjalan diawal Januari tahun lalu, di awali dengan memberikan pelatihan ke beberapa kelurahan di Indonesia. Di pelatihan tersebut, tim Indonetwork mengenalkan pentingnya pembuatan website, apa saja yang bisa digunakan untuk menemukan pasar potensial, cara mendesain, hingga strategi pemasaran online. Indonetwork menyediakan pilihan kategori yang beragam mulai dari perangkat elektronik, peralatan industri, sampai produk kerajinan untuk memenuhi kebutuhan usaha dan pribadi.

Indonetwork juga menawarkan layanan keanggotaan prioritas di mana pelaku usaha bisa meningkatkan promosi bisnisnya. Terdapat 3 keuntungan yang didapatkan oleh penjual jika menjadi anggota prioritas, yaitu posisi atas di direktori perusahaan, posisi atas di derektori perdagangan dan notifikasi informasi dagang melalui SMS. Jika perusahaan ingin mendapatkan fasilitas tersebut biaya yang perlu dikeluarkan sebesar Rp 1.7 juta pertahun plus biaya mendaftarkan anggota layanan SMS sebesar Rp 399 ribu pertahun. Jadi total yang perlu dikeluarkan pengusaha sebesar Rp 2.099.000 per tahun.

Mbiz.co.id

Platform yang baru diperkenalkan Maret 2016 lalu ini merupakan anak bisnis dari Lippo Group yang juga membawahi marketplace B2C MatahariMall. Situs ini dibangun untuk membantu perusahaan dalam menemukan produk dari berbagai vendor. Tersedia 12 kategori produk industri di dalamnya, seperti Makanan, Telekomunikasi, Alat Percetakan, dan lainnya.

Mbiz mengklaim proses B2B yang mereka terapkan sangat mudah dan tidak rumit karena situs Mbiz mengadaptasi layanan marketplace. Bila platform B2B lainnya hanya menghubungkan perusahaan satu ke pembeli melalui situsnya, di Mbiz mereka memudahkan pembeli untuk memesan produk langsung melalui Mbiz, layaknya marketplace Tokopedia atau Bukalapak.

Andrew, CEO sekaligus pendiri Mbiz mengatakan dirinya melengkapi situsnya dengan algorima yang mampu menganalisis prilaku konsumen. Analisis tersebut akan memberikan informasi berkelanjutan tentang produk yang dibutuhkan pengguna melalui newsletter. Dengan begitu, Mbiz bisa menganalisis produk-produk seperti apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan atau pembeli. Selain itu, Mbiz juga menawarkan layanan konsultasi bisnis untuk perusahaan yang memerlukan pengadaaan barang-barang.

Dilansir dari swa.co.id tahun ini dengan layanan-layanan yang diberikan, Mbiz berhasil membukukan net merchandise velue sebesar Rp 1.3 triliun dengan nilai rata-rata kontrak transasksi Rp 312 juta. Kategori yang ditawarkan pun juga bertambah menjadi 11 kategori barang dan jasa dengan lebih dari 4.000 sub kategori.

Beberapa nama klien-klien Mbiz memperkuat eksistensi MBiz di ranah marketplace B2B dan B2G, di antaranya adalah PT Hm Sampoerna Tbk, PT Toyota Astra Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Rakyat Indonesia.

Indonesia-Product.com

Indonesiaproduct.com adalah platform direktori bisnis dibawah payung PT Indonesia Product Global (PT IPG). Platform ini dibuat bertujuan untuk mempromosikan usaha lokal ke pasar dunia. Bukan masalah baru bahwa produk lokal apa lagi UKM sulit sekali untuk menjangkau pasar yang lebih besar, oleh karena itulah Indonesia-product memfokuskan diri pada bisnis di sektor kecil menengah dan juga industri. Diharapkan dengan adanya situs Indonesia-product.com ini bisa menjadi solusi bagi UKM yang ingin ekspansi ke pasar international dengan memanfaatkan teknologi digital.

Untuk meyakinkan penggunannya, tim Indonesia-product.com pun mengembangkan pratformnya dengan membangun sekitar 20 portal untuk mendukung situs tersebut. Sehingga hal ini memungkinkan platformnya dapat muncul di halaman pertama di pencarian Google. Selain itu, PT IPG juga membuat marketplace B2B di Indonesia lainnya yang fokus pada promosi global yang juga untuk menjaring customer luar negeri yaitu www.indonesia–export.com yang merupakan laman lapak online lokal untuk memasarkan produk Indonesia secara global.

Agar dapat bergabung di portal ini, penjual perlu mendaftarkan diri sebagai membership dengan biaya yang bervariasi tergantung layanan apa yang ingin didapatkan. Misalnya untuk layanan listing bisnis ada 4 jenis layanan yang bisa dipilih yaitu silver dengan tarif Rp 2 juta per tahun, Gold Rp 5 juta per tahun, Diamond Rp 10 juta per tahun dan Bronze gratis. Untuk layanan listing gratis ini penjual hanya bisa menampilkan beberpa informasi bisnis, seperti nama bisnis, alamat, rating dan review, detail view, nomor telpon, e-mail, url, deskripsi usaha dan lokasi.

Sampai saat ini Indonesia-product sudah memiliki lebih dari 500 member yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa kategori produk Indonesia sudah bisa ditemukan pada situs ini, seperti furniture, handicraft, stone (batu alam), garment (fashion batik) dan berbagai produk Indonesia lainnya.

LEAVE A REPLY